Kamis, 29 September 2011

Asynchronous Transfer Mode

ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah adalah protokol jaringan yang berbasis sel, yaitu paket-paket kecil yang berukuran tetap (48 byte data + 5 byte header). Secara teknis, ATM dapat dianggap suatu evolusi dari packet switching. Seperti transfer data pada packet switching ATM mengintegrasikan fungsi multiplexing dan switching. ATM memungkinkan komunikasi antara perangkat yang beroperasi pada kecepatan yang berbeda. Tidak seperti packet switching, ATM dirancang untuk kinerja tinggi pada jaringan multimedia.

Sabtu, 23 Juli 2011

MY familiy




Salam Kesuksesan untuk bagi pembaca tulisan kecilku perkenalkan nama saya ais dilahirkan disebuah pinggiran desa jauh dari ibu kota kecamatan yang penghasilan penduduknya sebagian besar sebagai petani gurem dengan penghasilan jauh dari kecukupan, berdasarkan perhitungan untuk makan keseharian saja belum cukup terlebih banyak kebutuhan rumah tangga yang harus dicukupi.
Desa kami oleh banyak orang dari berbagai wilayah daerah lain sering menyebutnya pedesaan penuh sungai – sungai kecil untuk pengairan dan irigasi persawahan, tidak mengherankan kalau disebutnya sebagai Desa Lumbung Padi dengan predikat gemah ripah loh jinawi tentrem kerto raharjo, rame ing gawe sepi ing pamprih.
Sebagai warga masyarakat pandai bergaul yang punya kesempatan dalam berorganisasi secara aktif dalam pergerakan amal usaha Muhammadiyah bidang Pendidikan ayah saya diberi amanah memimpin Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah. Cukup lama, selama enam belas tahun menjadi Kepala Sekolah sehingga pait, getirnya dalam memimpin sebuah sekolah swsata menjadi makanan yang tidak terelakan. Pernah juga dicalonkan oleh masyarakat untuk menjadi kepala desa .
Dunia memang tidak selebar daun kelor, layaknya manusia hidup bermasyarakat yang sudah berumah tangga, tentunya ayah saya dituntut tanggung jawab menafkahi keluarga. Rintangan dan tantangan silih berganti, cobaan ujian selalu menghadang persoalan dan masalah yang dihadapi dalam upaya menggerakan usaha mencari sesuap nasi dengan dagang dan menjadi pengurus koperasi tak berbuah bahkan menghasilkan persoalan baru terjerat persoalan hukum walaupun dapat diselesaikan secara perdamaian.
Pada saat ini Usia ayah saya telah 48 tahun, umur pernikahan ayah dan ibu sudah 22 tahun berjalan adapun keluargaku terdiri dari Ayah, Ibu dan dua anak , yang saat ini saya sebagai salah satu anak ayah dan ibu masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan sikecil masih imut- imut dan manja umurnya dua tahun ini yang menjadi idman dan menjadi contoh tauladan bagi tetangga masyarakat sekitarnya . Si kecil sering dan masih belajar berbicara sedikit hafalan tartil Arabi dan berdendang dengan nyayian kodek ngorek, bintang kecil, balon ku ada lima dan macam nyayian anak desa yaitu gundul – gundul pacul yang sedang dilantunkan secara spontan dan nyentil kegirangan senang nampak raut wajah bahagia.
Saya sebagai Anak yang gede kuliah tidak sedikit membutuhkan perhatian saja akan tetapi uluran dana pada tiap bulannya sebagai beaya hidup ditambah beaya Sumbangan Operasional Pendidikan pada tiap Semesternya yang harus dibayar.
Sebuah harapan dari ayah dan ibu yang di impikan kelak kemudian hari indah terbayang oleh lamunan cita – cita akan diraihnya. Kerja seadanya dengan semangat dedikasi, kejujuran, sabar dan tekun demi kepengin yang ingin dapat diraih sebagai kesejahteraan sosial yang mengangkat derajat nama baik keluarga.
Memang bukan predikat sekedar diraihnya duniawai tetapi kelak ukhrowipun menjadi tujuan dalam keluarga sakinah mawadah wa rokhmah.

Sebagai Umar Bakri alias menjadi guru ayah saya yang tiap hari mengayuhkan sepeda menuju sekolah tempat pengabdian berwiyata bakti mengajar dan mendidik, mengamalkan serta membimbing anak – anak asuhnya dari pagi sampai siang hari. Jaraknya tidak terlalu jauh, paling 300 meter dari rumah. Maaf tidak perlu tanya berapa gaji sebagai guru . Semau itu berjalan sesuai dengan titah tindakan aturan kepegawaian negara.
Secara terjadwal kegiatannya di desa adalah aktif sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa yang dikenal dengan nama singkatannya “ BPD “, yang juga merangkap menjadi ketua Rukun Warga ( RW ), Demikian pula sebagai warga biasa dipercaya sebagai ketua Unit Pengelola Sosial Program Nasional Pembangunan Masyarakat Mandiri dan amanah sebagai orang Islam yang pancasilais diberi kepercayaan oleh pengurus Masjid Jami At Taqwa untuk mengelola tanah wakaf.
Sementara itu Ibu tidak sekedar sebagai orang yang mengurus rumah tangga saja, tetapi aktif di bernagai kegiatan kemasyarakatan, yang antara lain sebagai Ketua Pengurus Team Penggerak Pos Yandu dan penimbangan BALITA juga sebagai Bendara Pimpinan Ranting Aisyiyah serta sebagai Komite Sekolah untuk Taman Kanak – Kanak Bustanul Atfal Aisyiyah.
Pada kesempatan rutinitasnya di sore hari atau hari libur dituntut oleh oganisasinya sebagai wakil ketua Gerakan Nasional Pemberantsan Korupsi ( GNPK ) Kabupaten Pemalang dan Sebagai ketua Lembaga Hak Azasi Manusia Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang, yang setiap kegiatan tidak boleh absen.
Kesibukan bukan dicari – cari tetapi waktu dan kesempatan untuk keluarga wajib dibagi sesuai dengan kondisi kemauan, kemampuan terkadang terjadi berbenturan pada saat yang sama,sehingga harus memilih satu diantara kepentingan memang tidak boleh ditinggalkan, tidak terkecuali harus ke sawah dan kebun untuk mengatur, pemeliharaan, pemupukan dan pengairan dan menjaga kesuburan tanah serta menghindari agar tanaman tidak terkena serangan hama.
Perjuangan dan pengorbanan seiring jalannya waktu yang tidak dibatasi oleh halangan niat yang mulia, Insya Allah dapat melaksanakan sesuai dengan kegiatan yang direncanakan secara baik.
Dalam keluarga ayah tentu menjadi Nahkoda yang harus mampu majaga laju perahu kehidupan agar tidak oleng dari terpaan badai dan hujan serta gangguan godaan yang membahayakan biduk rumah tangga yang sehat dan bahagia.

Sabtu, 25 Juni 2011

ISLAM AGAMAKU MUHAMMADIYAH GERAKANKU






Mars Muhammadiyah

Sang surya telah bersinar
Syahadat dua melingkar
Warna yang hijau berseri
Membuatku rela hati

Ya Allah Tuhan Robbiku
Muhammad junjunganku
Al Islam agamaku
Muhammadiyah gerakanku

Reff
Di Timur fajar cerah gemerlapan
Mengusir kabut hitam
Menggugah kaum muslimin
Tinggalkan peraduan

Lihatlah matahari telah tinggi
Diufuk Timur sana
Seruan Illahi Robbi
Sami’na waatho’na

Jumat, 17 Juni 2011

Harum dengan Rexona Setiap Saat




Terbukti produk deodoran Rexona tidak pernah mengecewakan anda
sampai sekarang menjadi deodoran yang pertama di Indonesia, dari tahun 1908
produk ini menggunakan Microcapsule yang dapat larut dalam keringat dan melepaskan parfum pada saat suhu tubuh naik sehingga menjamin daya pengharum yang lebih tahan lama jika dibandingkan dengan produk deodoran lain.
produk rexona sudah terbukti kwalitasnya yang tetap kering dan harum sepanjang hari .. :)

Bagi kaum adam yang keringatnya dua kali lebih banyak dari pada kaum hawa, ada baiknya untuk menambahkan rasa percaya diri untuk selalu harum setiap saat dan apa pun keadaannya. Rexona menawarkan kebutuhan yang pas untuk kaum adam dan hawa sesuai suhu tubuh masing-masing.

Pilih “Menciptakan atau Merusak Suasana”, makanya coba pakai rexona sekarang juga supaya lebih PDE dan aktifitas tidak terganggu. kalo gag di mulai dari sekarang mau kapan lagi hidup sehat, dan bersih di diri kita .. :)

Jangan takut mencoba untuk hidup lebih baik, banyak macamnya :
- Rexona Women - Naturals bioprotection
- Rexona Men - Ice Cool
- Rexona Men - Power
- Rexona Men - Quantum
- Rexona perfume deo stick
- Rexona Women - Roll On
- Rexona Women - AP Stick
- Rexona teens
- Rexona deo lotions

produk yang sangat membantu kita untuk tampil lebih segar, percaya diri, hidup lebih sehat, dan pasti terasa nyaman. Hari-hari kita yang penuh dengan aktifitas yang padat tidak usah khawatir dengan keadaan keringat kita karena semua sudah teratasi dengan rexona

Hidup penuh dengan pilihan, pilihlan produk yang terbaik dan sudah teruji kwalitasnya, ayoo sekarang giliran anda untuk mencoba produk untuk kesehatan, :)

Selasa, 01 Februari 2011

SELAMAT JALAN

Mama how are you today ..?
tak pernah mendengar suaranya ..
suatu hari ku mendengan kabar
"mamah cristin sudah di panggil Tuhan"

belum sempat ucapkan terimakasih kepadanya..
belum sempat bertemu dengannya..
belum sempat melihatnya tersenyum..
belum sempat mendengarnya menceramahi ku..

mahh .. kepercayaan mu
membuat ku dewasa,
bimbingan mu membuatku semakin dekat dengan keluarga ku ..
kau adalah orang
yang mengajariku untuk lebih dekat dengan orang tuaku..
kau bukan sekedar sebagai mamah untuk ku dan teman" ku..
tapi
kau adalah tempat sandaran untuk anak" mu mah .. :)
tempat mengadu keluh kesah..

mamah selamat jalan ..
semoga Tuhan memberikan tempat yang layak untuk mu di alam sana ..
love you ..

Selasa, 14 Desember 2010

MAMA TOLONG AKU .. T.T

temen-temen,saya dapat cerita ini dari sebuah grup fb...sangat memilukan ,silahkan dibaca....

Sahabat, saya mendapatkan cerita ini dari salah seorang sahabat. Ketika saya membaca cerita ini, saya langsung teringat ketika seorang ustadz memperlihatkan video tentang proses aborsi dalam kajiannya.

Terlihat gambar yang tidak begitu jelas, tapi sang dokter menjelaskan secara detail mana sang janin, dan sebuat alat penyedotnya. Sebuah alat besar dimasukan ke perut sang ibu untuk mencabik-cabik dan menyedot organ-organ sang janin yang sudah remuk. Hingga bagian kepala yang susah untuk disedot, maka dimasukanlah alat seperti sebuah tang untuk meremukan tengkorak kepala sang bayi, agar bisa disedot. Ah... saya tidak mampu menuliskannya dengan detail. Sebuah kekejian yang luarbiasa, yang dilakukan dokter, dan ibunya sendiri.

Mungkin dari cerita rekaan ini bisa menggambarkan bagaimana keadaan sang bayi kecil tak berdosa itu...


Mama sayang,
Aku di surga sekarang, duduk di pangkuan Tuhan. Ia mengasihiku dan menangis bersamaku sebab pedih pilu hatiku. Begitu ingin aku menjadi putri mungil mu.

Tidak terlalu mengerti aku akan apa yang telah terjadi. Aku begitu bergairah ketika mulai
Menyadari keberadaanku. Aku ada di suatu tempat yang gelap, namun nyaman. Aku melihat aku punya jari-jari dan jempol. Aku cantik seturut perkembanganku, tapi belum siap meninggalkan tempatku.

Aku menghabiskan sebagian besar waktuku dengan berpikir atau tidur. Bahkan sejak hari-hari pertamaku, aku merasakan ikatan istimewa antara engkau dan aku.

Kadang aku mendengarmu menangis, dan aku menangis bersamamu. Kadang engkau berteriak dan memaki, lalu aku menangis. Aku dengar Papa memaki balik. Aku sedih dan berharap engkau akan segera baik kembali. Aku heran mengapa engkau begitu sering menangis. Suatu hari engkau menangis hampir sepanjang hari.

Pilu hatiku karenanya. Tak dapat kubayangkan mengapa engkau begitu berduka. Pada hari itu juga, hal yang paling mengerikan terjadi.

Suatu monster yang amat keji masuk ke tempat hangat dan nyaman di mana aku berada. Aku sangat takut, aku mulai menjerit, tapi tak sekalipun engkau berusaha menolong. Mungkin engkau tak pernah mendengarku mama........

Monster itu semakin lama semakin dekat sementara aku terus berteriak, "Mama, Mama, tolong aku....., Mama......tolong aku."

Suatu teror yang ngeri aku rasakan. Aku berteriak dan terus berteriak mama.......hingga tak sanggup lagi. Lalu monster itu mulai mencabik lenganku. Sungguh sakit rasanya, sakit yang tak kan pernah dapat kuungkapkan dengan kata. Monster itu tidak berhenti. Oh....bagaimana aku harus mohon agar ia berhenti. Aku menjerit sekuat tenaga sementara ia mencabik putus kakiku.

Sepenuhnya aku dalam kesakitan, aku sekarat. Aku tahu tak kan pernah aku melihat wajahmu atau mendengarmu membisikkan betapa engkau mengasihiku. Aku ingin menghapus butir-butir air matamu.

Aku punya begitu banyak rencana untuk membuatmu bahagia, Mama....Tapi aku tak bisa. Mimpi-mimpiku musnah sudah. Walau menanggung sakit tak terperi pedih dan pilunya hati kurasakan melampaui segalanya. Lebih dari segalanya aku ingin menjadi putrimu...

Tak ada gunanya sekarang, aku meregang nyawa dalam sengsara tak terkatakan. Hanya hal-hal buruk yang terlintas di benakku. Begitu ingin aku mengatakan bahwa aku mengasihimu, sebelum aku pergi. Tapi, aku tak tahu kata-kata yang dapat engkau mengerti.

Dan segera saja, aku tak lagi punya napas untuk mengatakannya;tubuhku remuk dan segalanya gelap... aku mati.

Aku merasa diriku terangkat, seorang malaikat besar membawaku ke suatu tempat yang besar dan indah. Aku masih menangis, tapi segala rasa sakit tubuhku sirna sudah. Malaikat membawaku kepada Tuhan dan membaringkanku dalam pelukan Nya. Tuhan mengatakan bahwa Ia mencintaiku. Lalu, aku merasa bahagia. Kutanya pada-Nya, apa itu yang membunuhku.

Jawab-Nya,
"Aborsi, Aku menyesal, karena Aku tahu bagaimana ngeri rasanya."

Aku tidak tahu apa itu aborsi; Aku pikir mungkin itu nama monster itu.

Aku menulis untuk mengatakan betapa aku mengasihimu......dan mengatakan padamu betapa ingin aku menjadi putri mungilmu.

Aku telah berjuang sehabis-habisnya untuk hidup, aku ingin hidup......! begitu Kuat keinginanku, tapi aku tak mampu; monster itu terlalu kuat...Dicabik-cabiknya lengan dan kakiku dan akhirnya seluruh tubuhku.....

Tak mungkin bagiku untuk hidup. Aku hanya ingin engkau tahu bahwa aku berusaha tinggal bersamamu. Aku tidak mau mati! Juga Mama, berhati-hatilah terhadap monster bernama aborsi itu. Mama aku mengasihimu.....Aku sedih jika tahu engkau harus menanggung rasa sakit seperti yang kualami.

Berhati-hatilah,

Peluk cium,
Bayi Perempuanmu.........

~~~

Sahabat, saya sangat sedih ketika membaca cerita ini. Saya yakin andapun juga.

Saya memiliki data, walaupun data lama, yakni ”Setiap tahunnya sekitar 150 ribu anak di bawah 18 tahun terjebak jadi pelacur. Dan, 4% kasus kehamilan remaja lebih banyak terjadi pada remaja putri di bawah 18 tahun dan 7% pada remaja putri di bawah 16 tahun. Sementara sebanyak 43,1% gadis berusia di bawah 18 tahun melakukan aborsi” (Guntoro Utamadi, staf Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di harian Kompas 1997)

Itu tahun 1997, Entahlah apakah dari tahun ke tahun semakin naik ataukah semakin turun. Tapi hati kecilku mengatakan semakin naik. Ah, semoga itu hanya prasangkaku belaka.

Tak ada kata lain sahabat. Mari kita bersatu padu untuk mencegah terjadinya praktek pembunuhan janin ini. Saya lebih suka menyebut pembunuh, daripada sekedar ibu-ibu pelaku aborsi.

Maaf, kalau kata-kata saya pada kali ini terasa emosional. Tapi memang itulah kenyataannya. Tidak terbayang, sebuah kekejian orang tua kepada anak kandungnya sendiri. Na’udzubillahimindzalik....

Terimakasih telah membaca, sahabatku....

Senin, 08 November 2010

MENANGGIS

Dahulu kau mencintaiku
Dahulu kau menginginkanku
Meskipun takkan pernah ada jawabku
Tak berniat kau tinggalkan aku
Sekarang kau menjauh
Disaat ku mulai mengharapkanmu

Aku berharap kau menyesal t’lah membuatmu menangis
Tapi jangan pernah kau dustai janjimu
Aku ingin selalu ada untuk mu, dan aku juga ingin kau slalu ada untuk ku
Meski ku memohon dan meminta hatimu
Jangan pernah tinggalkan diriku
Meski kau memohon meminta hatiku
Jangan pernah tinggalkan dirinya
Untuk diriku

tahukah kamu semalam tadi
aku menangis
mengingatmu mengenangmu
mungkin hatiku terluka dalam
atau selalu
terukirkan kenangan kita